Selasa, 29 Maret 2011

KUCING

Sejarah
Kucing Bengal merupakan persilangan antara sejenis kucing liar bernama Asian Leopard Cat dengan sejenis kucing domestik berbulu pendek. Kucing Asian Leopard memiliki postur dan ukuran yang kurang lebih sama dengan jenis kucing domestik. Dan keberadaan kucing Asian Leopard Tersebar mulai dari Asia Selatan, India, Cina, Korea sampai bagian timur Rusia, serta beberapa kepulauan di Asia. Kucing ini hampir punah karena menjadi korban pembunuhan liar, kucing ini di lindungi dalam daftar CITIES (The Confention on International Trade in Endangered Species).
Dari catatan yang ada kucing Asian Leopard pernah di silangkan dengan jenis kucing domestik berbulu pendek pada tahun 1871, namun kemudia terhenti tanpa hasil yang memuaskan. Kemudian pada tahun 1941, pembiak kucing di Jepang mencoba menciptakan jenis kucing baru dengan menyilangkan kucing Asian Leopard dengan beberapa kucing lain anatara lain Egyptian Mau, Abyssinian dan Ocicat. Pada tahun 1960-an pembiak kucing di Amerika Serikat mencoba menyilangkan kuciang Asian Leopard dengan beberapa jenis kucing berbulu pendek.
Pada tahun 1963 pembiak kucing dari California bernama Jea Mill, yang memiliki seekor kucing yang sepintas seperti macan tutul kecil. Kucing ini pandai berenang dan menangkap ikan dan kucing ini ternyata kucing Asian Leopard. Berkelamin jantan. Kemudian Jean Mill menyilangkan kucing Asian Leopard-nya dengan seekor kucing betina dari jenis Amerikan Shorthair. Dan berhasil menghasilkan kucing kecil yang mempunyai sifat seperti kucing liar. Hasil persilangan tersebut menghasilkan sekelompok kucing kecil berbulu tutul.
Jean Mill masih terus berusaha melakukan perbaikan-perbaikan pada jenis kucing ini sampai 1973. dan dia bekerja sama dengan Dokter Williard centrewall.
Menurut Catatan sejarah kucing di Amerika serikat, jenis kucing bengal di temukan pertama kali pada tahun 1970. Belum lama ini F.I.Fe, International juga mengakui keberadaan kucing bengal ini. Hanya C.F.A yang sampai saat ini tidak mengakui keberadaan kucing Bengal.


Warna Bulu dan Variasinya
Ada 5 tipe warna bulu kucing Bengal. Yaitu coklat tutul, putih susu tutul, coklat dengan corak marmer., putih dengan corak marmer dan sepia. Corak bulunya hanya ada dua yaitu corak tutul dan marmer.
Bulu bercorak Tutul
Pada bulu badan, tutul ini menyebar ke kanan, kiri, atas, bawah atau melebar. Corak ini di umpamakan seperti bunga mawar yang sedang mekar. Corak tutulnya berwarna sangat kontras dan sangat menonjol. Di bagian perut juga terdapat corak tutul.
Bulu bercorak Marmer
Bulu bercorak marmer ini sekilas seperti bulu harimau. Corak seluruhnya seperti gambaran yang terlihat di Marmer. Atau bulat-bulat seperti keong, kalu kucing bengal memiliki warna bulu lebih dari 3 macam, itu yang sangat kita harapkan, ada warna pokok, warna tutul, warna luar tutul dan pada bagian perutnya juga mempunyai corak seperti corak keramik.
Karakteristik Luar
Kucing Bengal mempunyai sifat kucing liar. Tetapi dia juga mempunnyai sifat seperti kucing domestic yang kita pelihara di rumah. Dia memiliki tubuh berotot seperti olahragawan, pinggul bagian belakang dan paha lebih tinggi dari bahu. Bulunya sangat licin dan berkilau.
Bentuk kepalanya seperti segitiga terbalik. Dia punya bentuk wajah bulat dan terkesan licin, panjang kepala lebih dari lebar kepala. Kucing jantan memiliki dua susun dagu.
Jika kepalanya dibandingkan dengan badannya, kepalanya akan kelihatan kecil. Dan dia memiliki dahi dan hidung dengan ukuran sesuai :
Mukanya berotot, lebar dan memiliki tulang pipi yang tinggi.
Hidung sangat besar dan lebar, sedikit melengkung ke bawah, telinganya halus dan pendek. Bagian telinga yang nyambung ke kepalanya terlihat lebih lebar, sampai di ujung menjadi lancip, dan di ujungnya tersebut agak bulat,
Matanya lebar dan Lonjong, batas antar mata berjarak agak jauh, tidak melotot, warna mata disesuaikan dengan warna bulunya.
Bentuk tubunhnya panjang dan kuat, ukuran badan sedang, tulangnya sangat kuat dan tulangnya sangat keras.
Berkaki empat ukurannya sedang, bagian kaki belakang lebih panjang dari kaki depan.
Lehernya berukuuran sedang, kalu di ukur dan di bandingkan dengan kepalanya, tampak lebih besar sedikit.
Bulu panjangnya pendek sampai sedang, tebal, pendek dan sangat halus dan lembut.
Cakar besar dan berbentuk bulat.
Panjang ekor sedang dan pada bagian ujung ekornya bulat.


Temperamen
Meski kucing Bengal adalah kucing keturunan Asian Leopard yang liar, tetapi dia justru memiliki sifat lemah lembut yang di turunkan oleh kucing domestik. Dia pandai mengikaat hati seseorang dan sangat di sukai banyak orang.
Kucing Bengal memiliki sifat yang pintar dan lincah, yang mirip seperti kucing domestik. Dia bisa menggunakan pasir untuk membuang kotorannya. Dan makan cat food. Kucing ini sangat khas dan suka bermain air. Dia juga suka bila di ajak mandi dengan pemiliknya.
Selain itu kucing ini suaranya tidak besar dan suka mengajak bicara pemiliknya. Dan juga memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sessuatu yang baru. Terakhir yang harus anda perhatikan untuk membiakkan kucing Bengal harus menempati empat turunan, baru bisa di akui sebagai kucing Bengal. Kalau dari keturunan pertama dan kedua masih belum bisa di akui sebagai kucing Bengal. Pembiakan hanya boleh membiakan kucing Bengal keturunan keempat. Karena keturunan pertama dan kedua memiliki sifat dan temperamen yang tidak cocok untuk hidup berdampingan dengan manusia. Seharusnya ada ahli-ahli pembiakan untuk membantu proses pembiakan.
Perawatan Bulu dan Kesehataan
Kucing Bengal sebenarnya tidak begitu perlu untuk disisir terlalu sering. Karena bulunya yang pendek, tetapi kucing ini sangat suka di sisir, dan akan mendengkur manja pada saat pemiliknya menyisir bulunya. Dan Kucing ini tidak menyebabkan alergi, jadi aman bagi orang yang alergi terhadap kucing. Menurut para dokter tersebut, hal itu disebabkan karena bulu kucing Bengal adalah Bulu kucing dari Asian Leopard yang tidak menyebabkan alergi.
Kucing Bengal juga terbebas dari penyakit feline leukaemia karena kucing Asian Leopard memiliki kekebalan terhadap jenis penyakit ini. Dan juga jenis bulunya menjadikan kucing ini bebas pinjal.

Data dan Fakta Kucing Bengal

Negara asal : Amerika Serikat
Tempramen : Aktif dan akrab terhadap semua keluarga
Umur : 12-14 tahun
Warna bulu : Coklat dan Putih
Marking : Tutul, Corak Marmer
Bulu : Pendek, lebih mirip kucing liar dari pada kucing domestic
Grooming : Tidak terlalu penting, tetapi suka di sisir
Tingkat aktifitas : Sangat tinggi dan suka memanjat dan berlari
Intelegensia : Tinggi, insting alami
Pelatihan : Baik, bisa dilatih mengmbil barang
Sifat : Setia dan dekat dengan orang
Pemeliharaan : jika di luar rumah suka memanjat dan berlari, jika di dalam rumah untuk tidur dan bermanja-manja dengan tuan rumahnya.
Baik untuk anak-anak : Toleran dan penuh kasih sayang
Baik untuk hewan peliharaan lain : Ya
Sikap terhadap orang asing : Penuh rasa ingin tahu dan bersahabat


MEMBUKA RAHASIA IQ KUCING

Kucing adlah sejenis hewan yang pandai. Mereka juaga hewan pemburu yang hidup mandiri, selain itu mereka juga bisa mempelajari bagaimana memutuskan dan memecahkan suatu permasalahan.
Setiap hewan mempunyai lingkungan hidup dengan cara mereka sendiri, mempunyai teknik hidup dan bahasa yang tidak sama. Maka seluruh hewan tidak bisa di bandingkan mana yang lebih pandai. Biasanaya manusia memaakai IQ, untuk menentukan kepandaian, sedangkan hewan tidak bisa di tentukan secara pasti. Tetapi kita bisa mempelajari IQ kucing dari kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.

Belajar & Daya ingat yang sangat baik
Cara hidup dan kepandaian kucing bukanlah dari sononya. Itu semua mulai dari proses belajar. Kucing bisa dilatih untuk show tetapi biasanya tidak bisa di paksa untuk mempelajari teknik-teknik tertentu. Biasanya kucing tidak suka dilatih, kalau anda mau melihatnya, pasti akan membuat anda kecewa. Mereka memiliki kecenderungan belajar sesuka hatinya. Tetapi anda masih bisa melatihnya asalkan anda masih bisa merayunya. Misalnya seperti menuruti kesenangannya dan mengikuti perasaannya.
Daya ingat kucing sangat kuat, kucing bisa menjauhi orang yang pernah mangganggu dia. Biasanya kucing bisa ingat jalan pulang. Dia akan membalas dengan suara yang ceria, jika di panggil majikannya. Pokoknya kucing hidup demi diri mereka sendiri. Kucing tidak seperti hewan lainnya, seperti anjing atau burung yang rajin bekerja. Hidup mereka seperti bangsawan, begitu santai. Dari dulu banyak cerita-carita tentang kucing. Manusia sagat percaya bahwa kucing mempunyai kekuatan yang luar biasa. Meskipun semua itu tidak ada dasaarnya.
Umpamanya ketika kucing digendong oleh pemiliknya sambil menonton TV, tiba-tiba kucing tersebut loncat dan lari kekanan dan kiri seperti mencari sesuatu, dugaan manusia adalah kucing melihat sesuatu, misalnya hantu. Dengan kepandaiannya kucing bisa mengetahui apa yang akan datang, dan akan menyelamatkan dirinya jika ada anacaman atau bencana.


Mempunyai sistem Masyarakat yang Rumit
Walaupun kucing berdikari, tetapi mereka tetap mempunyai sistem kemasyarakatan. Sesungguhnya di dalam golongan mereka sendiri mempunyai sistem masyarakat yang rumit. Bahkan majikan dan juga memiliki hubungan masyarakat. Kucing bisa memakai cara apapun untuk berhubungan, dan bisa di bedakan menjadi 4 macam :

1. Suara yang dikeluarkan : suara tertentu, suara yang minta diberi kasih sayang, suara untuk menarik perhatian, suara seperti mengangis (biasanaya karena dimarahi) suara tajam dan keras karena marah.
2. Bahasa tubuh : bulu kucing yang bercoreng di wajah bisa menunjukan perasaan kucing, bulu yang bercoreng di badan bisa menunjukan letak ekor dan gaya hidup.
3 . Menyentuh : Menggosok hidung dan menggosok badan.
4. Mencium bau : Kucing memakai hidung untuk membedakan dengan kucing yang lainnya. Mereka mencium bau kucing lainnya dengan mengeluarkan cairan yang ada bagian atas kepala dan dbawah ekornya. Mereka juga menggunakan baunya sendiri untuk menandai wilayah kekuasaannya. Mereka juga membagi kelas atau kedudukan dalam sistem masyarakatnya. Kecuali jika kucing anda hanya diam didalam rumah. Dia tidak akan menjadi member dari masyarakat kucing. Biasanya hubungan ini terjadi dengan sesama masyarakat kucing. Mereka kenal kucing yang berada diwilayah itu dan harus setia pada kucing yang berada diatas. Tapi posisi di atas ini bukan tidak berubah sama sekali. Untuk mendapatkan posisi itu harus melalui proses, kalau ada kucing baru datang dia harus melalui suatu ritual “perkelahian” dan menang atau kalah akan menentukan kedudukan mereka.

Perbedaan Tingkat dalam sistem masyarakat kucing
Kucing betina didalam masyarakat adalah yang berkuasa, kucing betina dan anak kucing biasanya mempunyai kedudukan yang tinggi didalam sistem masyarakat. Tetapi jikalau kucing betina sudah tidak bisa melahirkan, maka kedudukannya akan turun.
Untuk kucing jantan, kedudukannya di tentukan dari pertarungan, yang menang memiliki kedudukan yang tinggi, seperti pepatah kuno yang mengatakan “yang menang menjadi raja, yang kalah menjadi budak”
Kucing jantan yang mempunyai kedudukan tinggi tidak seperti monyet, kijang, atau anjing laut yang begitu mudah mempunyai istri yang banyak. Lagi pula kucing betina juga tidak sembarangan suka terhadap kucing jantan yang kedudukannya dibawah.
Kedudukan kucing hanya untuk menentukan luas wilayah kekuasaanya. Tidak peduli kedudukannya tinggi, kalau kucing jantan dikebiri kedudukannya langsung hilang, karena pada waktu dia dikebiri, hormon didalam darahnya langsung turun, dan bau kejantanannya yang terkandung didalam air kencingnya, secara perlahan-lahan hilang. Kucing jantan yang sudah dikebiri tidak memiliki kekuatan untuk bertarung dan kucing lainnya akan mengganggap sebagai kucing waria.


Sama-sama membagi wilayah
Kucing adalah hewan yang ingin mempunyai wilayah sendiri. Sekalipun kucing tersebut dipelihara dalam dirumah, mereka juga akan mencari tempat wilayahnya sendiri. Kucing luar mempunyai wilayah sendiri, meskipun wilayahnya ini kecil. Kucing betina yang tidak bisa punya anak atau kucing jantan yang sudah dikebiri mempunyai wilayah yang paling kecil,tetapi tidak mudah bagi mereka umtuk menjaga wilayah kekuasaannya, dan harus melalui perjuanagn yang berat.
Kucing seperti halnya jutawan yang santai,bisa membagi kekuasaannya dalam beberapa bagian, seperti tempat untuk mandi sinar matahari dan untuk kamar tidur.

Ada 3 macam tanda untuk wilayah kekuasaan,
1. dia bisa menandai air kencing untuk menandai kekuasaannya.
2. Menggunakan cakarnya untuk menandai kekuasaannya.
3. Menggunakan kepalanya, menggesek-gesekan pada perabot atau kayu, supaya cairan “Sebaceaus” yang ada di kulit kepala menempel pada perabot atau kayu tersebut.

Kalau anda pindah kerumah baru, Anda bisa membantu kucing anda untuk bisa membuat wilayah yang baru, anda bisa memakai gerakan tangan untuk mengusir kucing yang baru, dengan begini kucing anda akan perlahan-lahan mendapatkan kedudukan di wilayah baru tersebut

Mengatur wilayah Umum

Selain punya wilayah sendiri, kucing juga mengenal wilayah umum. Wilayah umum ini termasuk lapangan berumput tempat sampah, dan tanah yang jarang didatangi oleh manusia. Tetapi tanah ini kebanyakan di tempati oleh anjing. Juga ada jalanan umum yang di tentukan oleh waktu atau garis, supaya kucing lainnnya bisa jalan. Hal itu untuk menghindari pertengkarn. Sedangkan di bagian jalanan untuk umum , juga terdapat aturan lalulintas. Umpamanya, kalau mereka kebetulan bertemu dijalan, tidak peduli tinggi rendah kedudukan, semuanya harus berjalan dibagian kanan.
Kucing biasanya seringkali bisa berkumpul disuatu tempat yang sudah ditentukan. Ditempat tersebut mereka bisa rukun, antara kucing satu dan kucing yang berjarak 1-6 meter. Apa yang membuat mereka berkumpul disauatu tempat? Sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Kemungkinan untuk bertukar berita atau sekedar ngobrol-ngbrol atau bertemu teman lama. Pada masa berpacaran kemungkinan acara tersebut untuk media perkenalan, tetapi ini bukanlah tujuan yang penting. Kucing yang dikurung dirumah dan di pelihara didalam rumah, tidak mempunyai kesempatan untuk berkumpul bersama. Kucing yang seperti ini biasanya sifatnya angkuh. Penganguran dan mereka bisa menunjukan gejala-gejala stres. Jika anda mengalami kejadian-kejadian seperti ini, maka anda harus segera kedokter hewan


Imunisasi pada anjing dan kucing

Bagian 1.
Sudah banyak pemilik anjing dan kucing yang menyadari pentingnya pemberian imunisasi pada hewan kesayangannya. Namun seringkali mereka memperoleh informasi yang salah seputar program imunisasi dari sesama pemilik hewan. Hal ini sangat disayangkan karena kekeliruan ini dapat berakibat fatal.

Memelihara anjing, Tanti percaya saja pada informasi itu.

Pada waktu berumur 5 bulan, Si Browny sakit, kalau biasanya nakal, lucu dan suka makan. Keesokan harinya mulai mutah dan mencret. Meskipun tanti sudah berusaha membawanya kedokter hewan. Tetapi keadaannya makin parah, dan dua hari kemudian Browny meninggal setelah mencret darah.
Dokter hewan yang memeriksa Browny mengatakan, bahwa anjing itu terkena muntaber yang disebabkan oleh virus yang ganas. Penyakit itu tidak akan menyerang Browny, kalau saja diberika imunisasi yang tepat.

Tujuan pemberian imunisasi
Bibir penyakit yang masuk kedalam tubuh akan akan dilawan oleh tubuh, antara lain dengan membentuk antibody yang spesifik, Misalnya virus parvo yang menyerang anjing, akan menyebabkan anjing itu mengalami kekebalan atau antibody terhadap penyakit parvovirus anjing. Namun ada beberapa penyakit yang berbahaya, yang apabila menyerang hewan akan mengakibatkan penyakit yang berat dan bahkan bisa mematikan. Untuk mencegah penyakit yang berbahaya itu diberikan imunisasi, yang dapat melemahkan keganasan penyakitnya. Dengan demikian tubuh akan membentuk antibody
Pada imunisasi pasif diberika zat tebal atau antibody terhadap suatu penyakit. Sebagai contoh adalah pemberian ATS (anti tetanus serum) untuk mencegah atau mengobati penyakit tetanus.
Cara alamiah untuk memperoleh kekebalan pasif adalah melallui air susu induk (ASI), ASI dari hewan menyusui yang baru melahirkan, disebut kolostrum. Kolostrum banyak mengandung antibody dan dikeluarkan pada dua hari pertama saat melahirkan. Anak hewan yang baru lahir tidak mempunyai kekebalan, tetapi dengan menghisap kolostrum, anak akan mendapatkan kekebalan dari induknya. Atau antibody induk.

Mengapa Imunisasi harus diberi beberapa kali
Kadar antibody yang diberi dari induk, lambat laun akan menurun dan akhirnya hilang. Selama kekebalan induk ini masih ada, pemberian vaksin tidak ada manfaatnya, dalam arti tidak akan merangsang pembentukan antibody pada anak. Sayangnya kita tidak tahu kapan antibody induk ini hilang, karena antibody induk berada didalam tubuh anak anjing, atau kucing sanagt bervariasi.
Untuk menjaga supaya anak mendapatkan kekebalan yang cukup baik terhadap penyakit, maka vaksin diberikan mulai umur 6-8 minggu dan diulang 2-4 minggu, sampai diperkirakankadar antibody induk sudah mulai menurun, yaitu mulai pada umur 12-16 minggu.

Macam Vaksin.
Vaksin yang mengandung bibit penyakit yang dilemahkan disebut vaksin aktif atau live vaccine, sedangkan vaksin yang mengandung bibit penyakit yang sudah mati disebut vaksin inaktif atau killed vaccine.
Dengan berkembangnya rekayasa genetika, sekarang mulai dikembangkan vaksin rekombinan, dimana hanya diambil bagian protein dan kuman atau virus dimana dapat merangsang timbulnya kekebalan. Vaksin rekombinan ini lebih aman dari pada vaksin tradisisonal.
Efek Samping Pemberian Vaksin
Imunisasi hanya boleh diberikan pada hewan yang sehat. Meskipun demikian, pemberian vaksin akan merangsang sistem kekebalan tubuh, dengan menimbulkan proses keradangan, karena itu dalam waktu 1-2 hari setelah imunisasi anjing atau kucing bisa terlihat agak lesu, temperaturnya agak meningkat dan nafsu makannya menurun.
Kadang-kadang ada hewan yang alergi terhadap vaksin, sehingga timbul kebengkakan pada muka dan urticaria(biduren). Hewan-hewan ini akan menunjukan gejala alergi yang lebih berat, setelah vaksinasi-vaksinasi berikutnya. Reaksi alergi yang sangat berat dapat menyebabkan shock dan kematian, namun imunisasi dengan vaksin Feline Leucemia dan rabies dapat merangsang timbulnya fibrosarcoma (tumor ganas).

0 komentar:

Poskan Komentar